Kamis, 26 Februari 2009

Tulisan Harun Yahya

Dalam dua bulan ini secara berturut - turut 2 orang di kantorku pergi menghadapNya secara mendadak. tanggal 17 Januari 2009 lalu John Tumpak Sinaga (staff Accounting) dan tanggal 21 Februari 2009 kemarin pak Leong Wee Kuan (VP Engineering). Keduanya masih tampak segar di kantor satu hari sebelumnya dan tidak ada tanda - tanda aneh sebelum kepergian mereka berdua. Dari 2 peristiwa itu aku ingin mengajak diriku dan (mungkin) temen - temen yang kebetulan baca Blogku untuk merenung tentang kematian itu, sesuatu yang pasti akan datang menghampiri kita dengan membaca cuplikan tulisan dari Harun Yahya, seorang penulis besar yang karya - karya diakui dunia... semoga bermanfaat.

Mampukah Kematian Membuat Manusia Berpikir

Sepanjang sejarah, manusia telah berhasil mengatasi berbagai masalah hidup yang terkadang nampak berat. Namun kematian tetap merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Setiap yang hidup di muka bumi ini dengan tujuan apa pun, pasti akan mati. Manusia hanya diberi usia tertentu dan kemudian akan mati. Ada yang mati ketika masih muda, bahkan saat masih bayi. Ada yang melalui beberapa fase dalam hidupnya dan menemui kematian setelah usianya bertahun-tahun. Bahkan seorang manusia yang memiliki segalanya baik itu tanah, kekayaan, kedudukan, popularitas, kemuliaan, kepercayaan maupun ketampanan tak akan dapat menghindari kematian. Tanpa kecuali, semua manusia tak berdaya ketika menghadapi datangnya kematian sebagai suatu kepastian.

Ada fakta-fakta tentang alam baka dan hari perhitungan, yang juga didukung oleh kesaksian orang-orang yang hidup setelah mengalami kematian. Kembalinya seseorang setelah dinyatakan mati secara medis (mati suri) telah membawa orang yang mengalaminya melihat betapa tak berartinya tubuh manusia, melalui fakta-fakta tertentu yang disaksikannya. Kematian yang dinyatakan secara medis dan pemakaman akan menanti tiap-tiap kita, oleh karenanya seharusnyalah kita merenungkannya.

Saat kematian terjadi, jiwa terpisah dengan raga meninggalkan tubuh yang tanpa daya. Seperti halnya makhluk hidup yang mengganti kulit mereka, ia meninggalkan kulit luarnya dan berproses menuju kehidupan sebenarnya

Namun, cerita tentang tubuh manusia yang tetap tertinggal di dunia kadang lebih penting, terutama apa saja yang terjadi dengan tubuh tersebut, daripada mempertanyakan apa itu pantas terjadi pada tubuh manusia….

Apakah Anda pernah berpikir secara detail tentang apa yang terjadi pada tubuh seseorang ketika ia mati?

Suatu saat kita akan mati. Mungkin dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Mungkin saat di toko untuk membeli makanan, sebuah mobil menabrak kita. Atau, penyakit yang sangat fatal mengakibatkan kematian kita. Atau sederhananya jantung kita akan berhenti berdetak tanpa alasan apapun.

1 komentar:

Ali Munandar mengatakan...

memang sebagaimana kita tahu bahwa manusia itu tidak selamanya abadi dan semuanya pasti akan meninggal, salam kenal kang




Selamat Membaca Semoga Berkesan....